<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455</id><updated>2011-10-01T23:44:33.551+07:00</updated><title type='text'>intuisi</title><subtitle type='html'>mencari makna lewat untaian kata</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-8963484201491378054</id><published>2011-04-15T10:17:00.002+07:00</published><updated>2011-04-15T10:22:07.549+07:00</updated><title type='text'>setekah sekian lama tak berkisah</title><content type='html'>cukup lama aku tak menulis di blog ini. padahal sebelumnya aku ingin berkisah tentang aku juga adik2Q. tapi ternyata ada banyak kisah lagi yang harus dan belum juga tertulis. apalagi saat ini aku tidak lagi hidup untuk diriQ sendiri, atau adik2 dan orang tuaku. karena sekarang sudah ada seseorang yang akan ada di sepanjang umurQ, SuamiQ.&lt;br /&gt;hufh, belum cukup terbiasa menyebut itu, tapi harus di biasakan mulai 22 Maret 2011 kemarin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-8963484201491378054?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/8963484201491378054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2011/04/setekah-sekian-lama-tak-berkisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/8963484201491378054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/8963484201491378054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2011/04/setekah-sekian-lama-tak-berkisah.html' title='setekah sekian lama tak berkisah'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-2260798988782044344</id><published>2010-07-02T13:45:00.000+07:00</published><updated>2010-07-02T13:47:10.773+07:00</updated><title type='text'>Meleburnya Perempuan di Kancah Publik</title><content type='html'>Dalam sejarahnya perempuan Indonesia, khususnya perempuan Jawa, mendapatkan tempat yang sangat tidak menguntungkan. Perempuan-perempuan tidak diperkenankan untuk menikmati udara bebas. Remaja putri dipingit di dalam rumah, para istri hanya memiliki 3 aktivitas. 3M; macak (bersolek), masak (memasak), manak (melahirkan). Hanya sedikit perempuan yang memiliki kesempatan untuk “mengintip” dunia luar, mendapatkan “sedikit” akses pendidikan, bersosialisasi dengan dunia luar, serta melihat betapa nikmatnya menjadi “perempuan lain” di luar. Perempuan-perempuan pribumi yang “kebetulan” tergolong dalam kelompok bangsawan.&lt;br /&gt;Hanya segelintir perempuan “beruntung” di zaman penjajahan yang memiliki keprihatinan atas nasib kaum perempuan lainnya. Minoritas perempuan bangsawan yang tidak banyak. Sangat tidak imbang jika dibandingkan banyaknya perempuan yang tidak mendapatkan “keberuntungan itu (bahkan tidak menyadari betapa mereka berhak hidup seperti itu).&lt;br /&gt;Seperti R.A Kartini, seorang anak bangsawan Jawa yang merasa risau akan nasib kaum perempuan. Bagaimana ketika dia merasa ngilu manakala ia dapat mengakses pendidikan, namun tidak memiliki rekanan untuk mendialogkan, mengkaji, serta mendiskusikan ilmunya dengan perempuan-perempuan lainya. Karena memang tidak memungkinkan untuk berdiskusi antara perempuan dengan laki-laki, mereka bilang saru, tidak sopan. Hingga cita-cita untuk mendarmakan ilmunya untuk perempuan melalui sekolah perempuan yang didirikannya benar-benar terwujud. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PEREMPUAN DI KANCAH PUBLIK, SALAHKAH?&lt;br /&gt;Masa yang sedemikian kelam bagi perempuan telah lewat. Perempuan dapat memiliki banyak akses sesuai kebutuhannya. perempuan tidak hanya disibukkan dengan aktifitas domestik  saja. Lebih dari yang diimpikan R.A Kartini misalnya. Perempuan tidak hanya dapat mengakses pendidikan, tetapi perempuan juga bisa menjadi pemimpin, dokter, ilmuwan, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Suatu kemajuan yang patut disyukuri sebenarnya. Namun jauh dari hal di atas sebenarnya mengganjal satu hal. Apakah benar kesempatan-kesempatan yang diperoleh perempuan tadi 100% positif tanpa celah dan kekurangan? Atau justru menimbulkan masalah-masalah baru?.&lt;br /&gt;Diantara masalah yang timbul dari satu tahap kesetaraan gender tadi adalah beban ganda bagi perempuan. Dengan ilmu yang telah diperoleh perempuan menuntut perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya berdasarkan disiplin ilmu yang telah mereka geluti. Mereka yang belajar di kedokteran tidak akan rela ilmunya terbuang percuma dengan hanya berdiam diri dirumah. Perempuan yang belajar di dunia kepolisian tidak betah berdiam diri di rumah melihat banyaknya tindak kejahatan di sekitarnya. Begitu pula yang belajar tentang perbankan, merekapun akan berusaha sedemikian rupa untuk tidak mensia-siakan ilmu yang telah mereka peroleh.&lt;br /&gt;Sedangkan di rumah mereka juga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah berat, dari memasak, membersihkan rumah, mengurus segala keperluan anak serta suami, mencuci dan menyetrika pakaian, semua pekerjaan rumah tangga. Bagaimana lelahnya perempuan yang harus bertanggung jawab di sektor domestik rumah tangga serta pekerjan mereka di luar rumah.&lt;br /&gt;Selain itu jika di suatu keluarga laki-laki tidak memiliki pekerjaan atau berpenghasilan lebih rendah daripada perempuan juga menjadi masalah tersendiri. Banyak rumah tangga yang berantakan karena hal ini. Perempuan menjadi semaunya sendiri. Tidak jarang para suami mendapatkan kekerasan verbal dari sang istri dalam posisi seperti ini. Perempuan menjadi sedemikian angkuhnya, hingga banyak kasusu perceraian yang berawal dari penghasilan suami yang lebih rendah dibanding istrinya. Seperti salah satu kasus rumah tangga dalam acara reality show salah satu televisi swasta sekitar satu tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Selain itu sebenarnya terdapat korban lain pula. Anak. Secara psikis anak perkembangan anak akan terganggu ketika terjadi hal yang tidak mengenakkan di sekitarnya.  Kedua orang tua yang selalu sibuk dengan berbagai pekerjaan masing-masing dengan melewatkan perkembangan anak-anaknya. Perhatian yang anak-anak butuhkan dari kedua orang tuanya diganti dengan berbagai fasilitas yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak tersebut. Para orang tua alpa bahwa sebenarnya anak-anak mereka juga membutuhkan perhatian serta kasih sayang orang tuanya, bukan banyak materi yang telah orang tua mereka berikan.&lt;br /&gt;Seorang anak usia SD yang jarang bertemu dengan ayahnya pernah berbicara kepada saya, “sebenarnya kalau saya boleh memilih saya akan memilih bapak ada disebelah saya dengan tanpa uang dan apapun itu. Dari pada saya mendapatkan harta yang berlimpah tapi harus jauh dari orang tua saya”. Tidak hanya itu, prestasi sekolahnya pun menurun drastis sejak frekwensi bertemunya anak tersebut dengan orang tuanya semakin berkurang.&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada konsep yang salah selama tidak memakan korban. Begitu pula dengan isu kesetaraan gender. Isu gender yang selama ini mengusung keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sepertinya cenderung mereduksi hanya bagaiman perempuan memperoleh keadilan dan kesetaraan posisi dengan laki-laki, namun sedikit mengabaikan tentang bagaimana imbas isu tersebut terhadap laki-laki maupun anak dalam instisusi rumah tangga. Keadilan yang telah diperjuangkan di satu sisi justru memunculkan ketidak adilan baru di sisi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAKAH ALTERNATIF LAIN?&lt;br /&gt;Sebenarnya isu-isu kesetaraan gender telah membawa satu perkembangan besar bagi perempuan Indonesia. Perempuan tidak hanya terkungkung dalam wilayah domestik rumah tangga. Namun pada perkembangannya keikutsertaan perempuan dalam berbagai persaingan di wilayah publik menimbulkan banyak dampak negatif, khusunya perrmasalahan-permasalahan sepeutar rumah tangga. Dalam hal ini isu beban ganda kembali di usung para pengkaji gender untuk memperoleh keadilan atas hak-hak perpempuan.&lt;br /&gt;Semuanya terus berkembang, tidak ada satu pengetahuan yang salah. Karena memeang is terus berkembang. Begitu pula dengan isu-isu gender. Pada awalnya yang ingin mengangkat derajat kaum perempuan, sekarang justru menjadi legitimasi bagi perempuan-perempuan egois yang dengan mengatasnamakan kesetaraan gender justru menimbulkan ketidakadilan baru. Ketidakadilan yang mengorbankan suami, anak, rumah tangganya. &lt;br /&gt;Terlalu mundur kebelakang jika “ salah atau tidak jika perempuan  bergabung di kancah publik”. Karena jika di jawab dengan kata “salah” maka kita akan mendapati perempuan Indonesia yang tidak diberi akses pendidikan yang kemudian hanya sekedar menjadi pelengkap isi rumah. Hanya bergelut di wilayah domestik. Harus merawat anak tanpa tahu bagaimana sebenarnya merawat anak yang baik.&lt;br /&gt;Menurut saya bagaimana kesempatan perempuan untuk keluar dari sangkar domestik namun tidak menimbulkan efek negatif bagi keluarga. Terkait dengan beban ganda seyogyanya laki-laki dan perempuan membangun komitmen untuk tidak membaratkan satu pihak. Perlu dibangun satu komunikasi untuk juga merubah pandangan laki-laki bahwa tidak salah jika laki-laki juga bertanggung jawab untuk bergelut di wilayah domestik rumah tangga. &lt;br /&gt;Dalam instisusi rumah tangga seharusnya dibangun kesadaran bahwa suami dan istri adalah partner dalam urusan domestiknya, harus saling bekerja sama dan saling menghargai. Partner yang harus kompak untuk melangsungkan kehidupan rumah tangganya, untuk sama-sam ertanggung jawab atas perkembangan anak-anaknya. Lagi-lagi harus dibangun komunikasi yang efektif bagi keduanya atas nasib keluarganya ini. Perempuan tidak lebih rendah jika memang dia memilih untuk hanya bekerja di wilayah domestik rumah tangga saja. Juga tidak berarti lebih baik perempuaan bekerja di wilayah publik saja. Dan belum tentu menjadi sebuah kesempurnaan jika perempuan memiliki dua tanggung jawab di kedua wilayah tadi. Asal telah dibangun kesepakatan yang dinilai adil bagi keduanya. Setidaknya ini adalah kerja tim rumah tangga yang sukses dan tidaknya tim itu tergantung atas bagaimana kerja sama yang dibangun oleh kedua belah pihak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-2260798988782044344?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/2260798988782044344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2010/07/meleburnya-perempuan-di-kancah-publik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/2260798988782044344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/2260798988782044344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2010/07/meleburnya-perempuan-di-kancah-publik.html' title='Meleburnya Perempuan di Kancah Publik'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-553369993862543285</id><published>2010-05-15T09:17:00.003+07:00</published><updated>2010-05-15T09:49:32.199+07:00</updated><title type='text'>Masih Ada Sisa Hijau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/S-4Fp-2sHDI/AAAAAAAAAD0/_uxLr6RR8xI/s1600/IMG0169A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/S-4Fp-2sHDI/AAAAAAAAAD0/_uxLr6RR8xI/s320/IMG0169A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471316816106888242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang bilang pepohonan mulai jarang dan itu pula yang "katanya" menjadi salah satu penyumbang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;global warmaing&lt;/span&gt;. yup isu global warming memang telah lama digembar-gemborkan, bakhan kalo boleh jujur akupun kangen melihat hijaunya pepohonan, rindangnya pohon-pohon besar, dan semua yang memberi efek sejuk. tidak hanya itu sebenarnya, Hijau itu sungguh membuatku merasa Indah. Hmmmm maksudnya indah saja saat kila lihat hamparan hijau dengan nuansa kesejukan. Brrrrrrrrrrrrrr, tapi sayang semua itu sudah mulai jarang ku temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering teman-teman protes atas histeriaQ setiap melihat hijauaan membentang di depan mataQ. Pernah ktika pertama kali pergi ke Jepara untuk mengahadiri pernikahan salah satu teman. He2... jadi malu saja tiap inget, senyum-senyum, teriak-teriak sampai sopir bus keheranan lihat tingkahQ yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gumun&lt;/span&gt; melihat pemandangan itu. Air sungai yang begitu jernih mengalir dengan derasnnya,dengan bebatuan besar di sekitarnya. Pengen nyebur rasanya waktu itu. Apalagi saat melewati hutan karet..... Huh teduh juga! Bisikku kala itu "Kapan dan dimana ku bisa melihatnya lagi".&lt;br /&gt;Hingga 3 tahun berselang temen sekelas ngajak maen kerumah salah satu temen yang ternyata ooooooooooh bikinku teriak-teriak lagi! Air yang mengalir dari atas tebing-tebing tinggi, udaranya yang sungguh sejuk, pepohonan yang teramat rindang, hmmmmmmmmm lagi-lagi Q bergumam "kapan dan dimana lagi ku akan temukan tempat seperti ini". Atau ditambah "dengan siapa lagi" barang kali. gak enak dunk, teriak2 sendiri gak ada temennya. he2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku sungguh ingin, tapi untuk sedikit menghibur lumayanlah menikmati hijauya sawah di sepanjang jalan tiapku berangkat kekampus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-553369993862543285?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/553369993862543285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2010/05/masih-ada-sisa-hijau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/553369993862543285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/553369993862543285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2010/05/masih-ada-sisa-hijau.html' title='Masih Ada Sisa Hijau'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/S-4Fp-2sHDI/AAAAAAAAAD0/_uxLr6RR8xI/s72-c/IMG0169A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-2878636495936002876</id><published>2010-03-25T13:23:00.000+07:00</published><updated>2010-03-25T13:24:39.060+07:00</updated><title type='text'>aku....</title><content type='html'>Aku…..&lt;br /&gt;Aku yang tak mampu lagi berlari&lt;br /&gt;Dalam keterasingan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, yang terseok hambar diantara pasungan kata yang semakin terjal, kasar, tak berbekas.&lt;br /&gt;Menggeliat diantara ketidakpastian langkah,&lt;br /&gt;Langkah yang semakin kelu dikalaku tak lagi mampu artikan setiap kata yang terkadang tak terdengar, bahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang ingin mencari kehilanganku ,&lt;br /&gt;namun tak berbekas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga,&lt;br /&gt;mampukahku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-2878636495936002876?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/2878636495936002876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2010/03/aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/2878636495936002876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/2878636495936002876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2010/03/aku.html' title='aku....'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-1305050928095562310</id><published>2009-07-27T09:33:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T09:34:27.274+07:00</updated><title type='text'>Aku ingin....</title><content type='html'>Aku ingin bercerita, tapi bukan sekarang waktunya.....&lt;br /&gt;Q mw ujian dulu. Story of my Little sisters!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-1305050928095562310?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/1305050928095562310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/07/aku-ingin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/1305050928095562310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/1305050928095562310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/07/aku-ingin.html' title='Aku ingin....'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-7497624249869282750</id><published>2009-07-23T12:09:00.000+07:00</published><updated>2009-07-23T12:10:56.121+07:00</updated><title type='text'>Psikologi Hati, Diri dan Jiwa</title><content type='html'>Judul  : Hati, Diri dan Jiwa: Psikologi Sufi untuk Tranformasi&lt;br /&gt;Judul Asli : Heart, Self and Soul: The Sufi Psycology of Growth, Balance Harmony&lt;br /&gt;Penerjemah : Hasmiyah Rauf&lt;br /&gt;Penulis  : Rober Frager, Ph. D&lt;br /&gt;Tahun Terbit : Oktober 2005&lt;br /&gt;Penerbit : Serambi Ilmu Semesta Jakarta&lt;br /&gt;Jumlah Hal : 313&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi Sufi: Psikologi Hati, Diri dan Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa tahun terakhir dilaporkan tingkat penderita semakin meningkat. Hal ini sangat mendasar karena kondisi perekonomian dunia tidak begitu sehat. Banyak korban PHK di berbagai tempat dan penyebab stress yang lainnya. Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa banyak orang yang tengah mengalami kekeringan spiritual.&lt;br /&gt; Sangat menarik kemudian ketika muncul buku psikologi Sufi yang ditulis oleh Robert Frager. Sebuah buku yang memfokuskan pada tiga konsep dasar dalam psikologi sufi, yaitu: hati, diri dan jiwa. Buku ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang merasa tengah terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt; Dalam buku ini dijelaskan secara detail mengenai tiga komponen psikologi sufi sebagaiman tersebut di atas. Hati yang dimaksud dalam buku ini bukanlah hati manusia secara fisik yang berupa gumpalan darah dalam tubuh manusia, melainkan hai spiritual manusia itu sendiri. Dalam buku ini dicontohkan seseorang yang tulus dan berniat baiklah yang dikatan sebagai orang yang “memiliki hati”. Sebaliknya jika seseorang memiliki niat buruk dan berperilaku menyimpang maka dia akan dikatakan sebagi seseorang yang tidak memiliki hati. &lt;br /&gt; Diri atau nafs dalam psikologi sufi adalah sebuah aspek psikis yang pertama sebagai musuh terburuk kita, namun ia dapat menjadi alat yang tak terhingga jika kita mampu mengolahnya. Sebagaiman pengakuan Zulaikha yang tersebut dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang. (Q.SYusuf [12]:53. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lebih lanjut dalam buku ini disebutkan bahwa diri manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan terendah disebut dengan nafs tirani yang merupakan nafs yang menjauhkan kita dari spiritualitas. Tingkatan tertinggi adalah nafs yang suci yang pada tinkatan ini kepribadian manusia mencapai tingkat kesempurnaan yang dapat memantulkan cahaya Illahi.&lt;br /&gt; Sedangkan konsep terakhir dari psikologi sufi, jiwa manusia didasari oleh prinsip evolusi. Jiwa memiliki tujuh dimensi: mineral, nabati, pribadi, insani dan jiwa rahasia serta maharahasia. Setiap aspek memiliki penjelasan masing-masing dalam buku ini dan di tulis pada bab-bab tertentu. Secara umum, ketujuh aspek tersebut dapat di capai secara bertahap dan dlam psikologi sufi ini bertujuan agar ketujuh aspek ini dapat bekerja secara seimbang dan harmonis. &lt;br /&gt;Dalam buku ini juga dijelaskan perbandingan antara psikologi Barat dan psikologi sufi yang sangat kentara. Lebih lanjut dalam buku ini terdapat satu gagasan yang cukup menarik bahwa tasawuf adalah tradisi multicultural bagi semua orang. Hal ini meruntuhkan asumsi bahwa tasawuf sebatas hubungan antara makhluk dan Sang Khaliq.&lt;br /&gt;Demikian sedikit penjelasan Robert Frager mengenai hati, diri dan jiwa. Penjelasan yang sangat sederhana namun dapat memberi pemahan yang mendalam bagi pembacanya untuk mencapai keberimbangan segala aspek dalam hidup. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-7497624249869282750?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/7497624249869282750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/07/psikologi-hati-diri-dan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/7497624249869282750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/7497624249869282750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/07/psikologi-hati-diri-dan-jiwa.html' title='Psikologi Hati, Diri dan Jiwa'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-354738295619261365</id><published>2009-07-16T10:14:00.000+07:00</published><updated>2009-07-16T10:15:32.485+07:00</updated><title type='text'>apapun...</title><content type='html'>Aku masih mencoba untuk kembali menulis. Menerapkan setiap petuah yang disampaikan beliau-beliau tentang menulis. … tidak mudah memang mengembalikan satu hal yang sempat hilang dari keseharian. Harus dimulai lagi dari awal. Bahasa halusnya musti dipaksakan.Aku sendiri belum tau harus dari mana aku kembali memulai. Aku hanya sering menulis sekenanya, setidaknya apa yang ada alam otakku saat aku memainkan jemari diatas keybord itulah yang tertuang tulisanku. Apapun, aku tidak lagi peduli benar atau salah, baik atau buruk. Yang paling penting aku mulai menulis dulu. Itu saja…..! Membahasakan fikiranku sekenanya. Karena semua ini butuh proses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-354738295619261365?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/354738295619261365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/07/apapun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/354738295619261365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/354738295619261365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/07/apapun.html' title='apapun...'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-1925560810147497140</id><published>2009-04-24T11:32:00.002+07:00</published><updated>2009-04-24T11:36:10.633+07:00</updated><title type='text'>?????</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;satu persatu hurufku hilang,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;kataku tak terkata............&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;jeritankupun tak bersuara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;aku kembali gamang untuk terus melaju kencang,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;atau berhenti begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-1925560810147497140?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/1925560810147497140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/04/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/1925560810147497140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/1925560810147497140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/04/blog-post.html' title='?????'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-4089004219118073958</id><published>2009-03-21T08:17:00.004+07:00</published><updated>2009-03-23T08:29:56.796+07:00</updated><title type='text'>Entah,</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Entah yang berawal dari ketidaktahuanku,&lt;br /&gt;tiba-tiba datang. Yang oleh entah, ku tak tahu mulai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah semakin kelukanku, disaat rasa-rasa itu kian menusuk relung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah semakin entah, tatkala ku gagu untuk kipatkan atau jagakan rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, ketika ku bisiki sudut-sudut hati, untuk buangkan rasa yang semakin entah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah tak kunjung entah,&lt;br /&gt;entah tatkala ku mendo'a, namun ku kembali entah.&lt;br /&gt;Pada yang akhir, benarkah?&lt;br /&gt;Entah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-4089004219118073958?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/4089004219118073958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/03/entah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/4089004219118073958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/4089004219118073958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/03/entah.html' title='Entah,'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-5192513125775108966</id><published>2009-03-19T13:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-19T13:08:35.707+07:00</updated><title type='text'>assalamu'alaikum!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sebagai awal Q hanya ucapkan salam untuk siapa saja yang baca...................&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-5192513125775108966?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/5192513125775108966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/03/assalamualaikum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/5192513125775108966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/5192513125775108966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/03/assalamualaikum.html' title='assalamu&apos;alaikum!'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-791108863252376455.post-3179663821448130305</id><published>2009-03-19T09:47:00.004+07:00</published><updated>2009-04-01T11:46:23.411+07:00</updated><title type='text'>mana Semangatnya MahasiSwa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setidaknya kalimat itu yang terus dilontarkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;orang-orang terdahulu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; sebagai pemompa semangat (semangat mahasiswa baru khususnya). Terlebih mahasiswa STAIMAFA yang baru lahir 2008 kemarin. Ya...........semangat itu harus ada saat berada di tengah keterbatasan. Harus tetap ada semangat, saat kekurangan buku untuk referensi tugas. Harus tetap semangat, ketika tanpa sadar ujian semester telah lewat. Harus tetap semangat, meski belum sempat istirahat. Musti tetap semangat,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; saat dibutuhkan pada persiapan peletakan batu pertama Kampus STAIMAFA. Musti tetep semangat, karena tanpa sadar liburan akan segera lewat. Dan diantara semua itu, ada mahasiswa SEMANGAT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;menunggu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; uang saku dari orang tua. Ada yang SEMANGAT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;mencari tambahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;uang saku. Ada yang SEMANGAT persiapkan kegiatan-kegiatan organisasi. Ada yang SEMANGAT segarkan otak. Ada yang SEMANGAT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;penebusan dosa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Ada yang SEMANGAT dalam setiap kebingungannnya.&lt;br /&gt;Ternyata, tanpa disadari kita masih temukan jutaan semangat diantara mahasiswa STAIMAFA. Dan tergantung semangat apa yang terus bertelur. (emang ayam buk?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/791108863252376455-3179663821448130305?l=wardahamroni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wardahamroni.blogspot.com/feeds/3179663821448130305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/03/mana-semangatnya-mahasiswa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/3179663821448130305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/791108863252376455/posts/default/3179663821448130305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wardahamroni.blogspot.com/2009/03/mana-semangatnya-mahasiswa.html' title='mana Semangatnya MahasiSwa?'/><author><name>wardah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16331784986219558333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_1MuCv0R50Cg/SfFCZarPNgI/AAAAAAAAABw/JwNrRChUHGw/S220/ma.jpeg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
